BERSATU DALAMKASIH YESUS

Kamis, 16 Agustus 2012

PERUMPAMAAN TENTANG BIJI SESAWI DAN RAGI




AYAT BACAAN (MAT 13:31-35)``

Lalu kata Yesus, “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya.”  Ia berkata lagi, “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Kerajaan itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter sampai mengembang seluruhnya”      (Luk 13:18-21). 
Apabila digunakan oleh seorang guru yang baik, maka perumpamaan-perumpamaan dapat menjadi sarana yang berguna untuk menghasilkan pemikiran dan refleksi.  Melalui gambaran yang kaya namun sederhana, sebuah perumpamaan menantang para pendengarnya untuk memahami sebuah pokok-masalah pada tingkat yang berbeda-beda. Yesus seringkali menggunakan perumpamaan-perumpamaan untuk memperluas pemahaman para murid-Nya tentang kerajaan Allah. 


INILAH ARTI PERUMPAMAAN ITU:
BIJI SESAWI


Apa maksudnya hal tersebut? Tuhan Yesus selalu berbicara lewat perumpamaan, bagi mereka yang tahu firman Allah tidak akan ada masalah untuk memahaminya. Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah seperti halnya biji sesawi yang diambil oleh seseorang dan ditaburkan di ladang. Ini yang kita perlu pelajari mengenai arti hidup sebagai orang Kristen, warga negara kerajaan Sorga. Kerajaan itu dimulai dari ukuran yang kecil, yang sederhana.” Kekristenan dimulai di kandang. Murid-murid Yesus juga adalah orang-orang yang sangat sederhana nelayan, pemungut pajak, pelacur. Sampai pada saat Tuhan Yesus naik ke Sorga pun hanya ada 120 orang percaya. Kecil sekali.
Akan tetapi dari permulaan yang kecil ini, ada perkembangan terus menjadi besar. Dan justru melalui dari hal-hal yang kecil tersebut, sesungguhnya pekerjaan Tuhan yang besar dinyatakan. Di bagian lain di Matius juga ada tertulis, “…sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Mat 17:20) Ini ingin menegaskan bahwa memang kekristenan dimulai dari hal-hal yang sederhana, yang kecil, yang kelihatannya tidak berarti sama sekali. Akan tetapi begitu biji itu ditanam, dia akan terus bertumbuh.
Ada sebuah alasan yang sangat bagus kenapa Tuhan membicarakan biji-bijian di dalam banyak perumpamaan. Hal itu karena benih merupakan suatu hal yang indah, dan semakin anda memahami ajaran Tuhan mengenai benih, maka anda akan semakin memahami seluruh ajaran kitab suci mengenai keselamatan.
Ketika sebuah benih ditaburkan ke tanah, maka benih itu akan mati atau hancur. Lalu benih itu bertunas dan tubuh benih itu akan hancur sebelum ia tumbuh kembali. Itu menunjukkan gambaran secara lengkap tentang kematian dan kebangkitan. Secara harfiah hidup baru muncul dari penguburan, kematian dan kebangkitan suatu benih. Tuhan Yesus berfirman bahwa kerajaan Allah seperti halnya sebuah benih -sekecil biji sesawi- yang ditabur ke atas tanah, yang hilang dari pandangan mata, mati dan kemudian bangkit menjadi kehidupan baru. Sama halnya dengan cara Tuhan mati, dikubur, dan seolah-olah Dia hilang selamanya. Namun Dia bangkit ke dalam hidup baru. Lalu apa yang terjadi? Ketika biji tersebut bangkit menjadi kehidupan baru, maka ia akan menghasilkan sejumlah biji-bijian baru. Inilah ajaran Tuhan Yesus dalam Yohanes 12:24:
Butir-butiran gandum menghasilkan sejumlah biji-bijian baru yang melewati proses kematian lalu kebangkitan. Yang terjadi ialah sebuah benih jatuh ke dalam tanah dan menghasilkan sejumlah besar gandum atau biji-bijian baru, dan biji-bijian baru tersebut ditabur kembali untuk menghasilkan bijian yang lainnya. Begitu seterusnya. Melalui proses kematian muncul kehidupan baru. Sama seperti Tuhan Yesus, lewat kematian dan kebangkitan-Nya, Gereja lahir.
Banyak orang yang mengajar Injil akan berhenti pada tingkatan tersebut - yakni bahwa mereka telah memperoleh hidup baru melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Jika kita memeriksa secara saksama Yohanes 12:24-25, kita akan mengerti maksud Tuhan. Setelah berbicara tentang biji - bijian pada ayat 24, Tuhan berfirman: "Barang siapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini ia akan memeliharanya untuk hidup kekal" ( ayat 25). Jika kita tidak menjadi benih dan pergi ke dunia dan hidup bagi Kristus, bahkan kalau perlu mati bagi Dia, kita tidak akan bisa memperoleh kepenuhan hidup di dalam Dia. Jika kita mencoba menyelamatkan nyawa dengan berpegang kepada hidup kita, maka kita akan kehilangan nyawa kita. Jika kita mempunyai butiran gandum namun tidak menanamnya, maka tidak akan terjadi apa - apa. Jika kita menyia-nyiakannya, benih tersebut akan lapuk dan mati. Namun jika kita mengambil butiran ini tanpa menunggunya lapuk dan mati, atau bahkan dimakan serangga atau cacing, tapi kita menanamnya di tanah maka benih tersebut akan menghasilkan kehidupan baru.
Seringkali kita lihat di kehidupan ini hal sangat kecil ada Firman Tuhan ditanam, sama seperti  Ketika saya masih kuliah, seseorang yang membawa saya bertobat adalah kakak angaktan saya yang orangny kelihatan biasa-biasa saja. Dia yang selalu rajin menjemput saya dengan sepeda motor untuk pergi ke gereja. Padahal dari rumah dia ke gereja lebih dekat, tapi dia sengaja berputar arah untuk menjemput saya. Perbuatan yang sangat sederhana akan tetapi membawa perubahan hidup yang sangat besar bagi hidup seseorang.

RAGI


Apabila kita pelajari lebih lanjut lagi tentang ragi, maka kita menemukan bahwa ragi – benda yang Tuhan Yesus pakai di sini – memiliki reputasi yang buruk. Seringkali dipakai dalam bentuk “ragi orang Farisi”, yang artinya ajaran orang Farisi yang salah. Akan tetapi di sini Yesus mengatakan bahwa hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi. Pernyataan ini benar adanya karena ini memang adalah anggapan orang-orang Yahudi terhormat terhadap diri Yesus beserta pengikut-pengikut-Nya. Dianggap remeh. Tidak berarti. Akan tetapi diingatkan sekali lagi, inilah pekerjaan Tuhan. Tuhan memakai hal-hal yang remeh dan dibuang oleh masyarakat untuk mempengaruhi hidup mereka dan hidup masyarakat. Inilah hal Kerajaan Sorga. Tuhan memakai mereka yang dianggap kecil, akan tetapi memiliki persekutuan yang kuat dengan-Nya, dan Dia memakai mereka keluar – diutus untuk memberi pengaruh bagi dunia ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika saudara merasa diberkati silahkan tinggalkan pesan.....
dan jangan lupa jempolnya ok ...... :)

 

KASIH YESUS Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template