BERSATU DALAMKASIH YESUS

Sabtu, 11 Agustus 2012

PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR




AYAT BACAAN MATIUS 13:4-8

Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri dengan Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru, “Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang maksud perumpamaan itu. Lalu Ia menjawab, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Apa yang dibicarakan dalam perumpamaan ini? Tuhan Yesus berbicara tentang seorang penabur yang sedang menaburkan benih. Ini adalah gambaran yang sangat umum di daerah-daerah pertanian. Dengan mudah anda akan dapat menemukan orang yang sedang menabur benih di daerah-daerah tersebut. Lalu Tuhan Yesus berkata, "Pada saat seorang petani menaburkan benih, ia menghamburkannya begitu saja. Ia menebarkan ke depan pada saat menabur. Ia membawa kantong benih, tergantung di dadanya, sebuah kantong yang digantung melingkari bahunya, lalu ia mengambil segenggam benih dan menghamburkannya agak melingkar. Ia berjalan menyusuri ladang sambil menaburkan benih."

Pada saat anda menaburkan benih, beberapa benih akan jatuh ke tanah yang keras, misalnya di pematang yang merupakan tanah yang mengeras, karena merupakan jalur umum yang melintasi ladang, dan sering diinjak-injak oleh orang yang lalu-lalang. Benih yang jatuh di tanah yang keras (seperti pematang itu), jelas tidak akan dapat masuk ke dalam tanah; mereka tetap tinggal di permukaan. Dan anda tentunya sering melihat, di mana ada petani menabur benih, ia diikuti oleh sekawanan burung, yang menunggu kesempatan untuk memakan benih yang tertinggal di permukaan. Jadi, bagi benih-benih yang jatuh di pematang, burung-burung akan datang dan mengambilnya - benih yang bisa dijangkau oleh burung-burung tersebut.

Lalu Tuhan berkata bahwa ada lagi benih yang jatuh ke tanah yang dangkal. Ketika hujan turun dan tanah itu mulai membungkus benih tersebut, benih itu akan bertumbuh dengan sangat cepat. Sepertinya menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Pertumbuhan yang luar biasa mungkin. Akan tetapi sesudah beberapa waktu, sejalan dengan pertumbuhan akarnya, akar itu segera tertahan oleh bebatuan di lapisan bawah. Ada batas sejauh mana akar itu bisa menjalar. Ketika ia menyentuh lapisan batu, hanya sampai di situlah batas pertumbuhannya. Karena dibatasi oleh bebatuan, akar itu tidak dapat masuk lebih jauh untuk mendapatkan air dan mulai layu. Tanaman itu mati karena kekurangan air.

Ada lagi yang jatuh di tanah yang memungkinkan pertumbuhan, akan tetapi lahannya tidak murni. Tanah ini berisi berbagai macam benih, beragam akar dan beragam tumbuhan. Berbagai macam benih tumbuhan ini pada awalnya tidak kelihatan, dan sebagaimana yang dijelaskan di dalam Lukas, mereka lalu tumbuh bersama-sama dengan benih gandum itu dan menjepitnya. Pada waktu menabur, anda tidak melihat adanya semak atau tumbuhan yang lain di sana. Akan tetapi sesudah beberapa waktu, sebagaimana yang diceritakan oleh Lukas, mereka mulai tumbuh bersama dengan benih gandum. Kemudian akar semak duri itu membelit akar gandum, akar gandum yang masih muda ini dan menjepitnya sehingga tanaman gandum ini tidak dapat memperoleh bahan makanan yang dibutuhkannya. Akhirnya gandum yang baru tumbuh ini juga mati

INILAH ARTI PERUMPAMAAN ITU:

Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang-orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang-orang yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekhawatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang-orang yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan” (Luk 8:4-15). 

PINGGIR JALAN


Gambaran tentang jenis hati yang sangat keras.  Ketika firman disampaikan ia tidak memberikan respons yang benar; masih suka mengabaikan, meremehkan atau bahkan menolak dan tidak percaya kepada firman itu.  Orang semacam ini sulit menerima teguran, nasihat, dan cenderung suka memberontak.  Mereka masih hidup menurut keinginannya sendiri, bukan tunduk kepada pimpinan Tuhan; hidup dalam hawa nafsu daging.  Alkitab menegaskan, "...barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya,..."  (Galatia 6:8).

TANAH BERBATU-BATU


Benih itu memang tumbuh, tapi tidak mampu menghadapi tantangan yang ada.  Ini berbicara tentang tumbuhan yang saat panas terik akan mati, ia tidak berakar kuat karena ada batu-batu penghalang.  Benih akan tumbuh berakar kuat apabila batu-batu itu dibuang.  Diambilkan peralatan berkebun, batu-batunya disingkirkan, tanahnya diolah, kemudian baru ditaburkan benihnya, pasti bisa tumbuh.  Pada awalnya ia sangat semangat menerima firman, tetapi firman itu tidak mampu berakar kuat, hanya bertahan sebentar saja sehingga ketika masalah, penderitaan atau ujian menerpa, segera ia kecewa dan meninggalkan Tuhan (murtat).  Karena itulah kita harus mau berubah meski itu sakit.  Mohon pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita sehingga kita menjadi manusia baru.  "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dan syukur."  (Kolose 2:7).

SEMAK DURI


Benih bisa saja tumbuh, tapi terhimpit oleh semak belukar, akibatnya tanaman itu akan mati.  Ini gambaran seorang Kristen yang masih terikat dengan hal-hal yang bersifat duniawi; masih mencintai dan bersahabat dengan dunia ini.  Mereka dapat saja terlihat seperti orang yang rohani, tapi kekuatiran dunia ini tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak bertumbuh.

TANAH YANG BAIK


Karena tanahnya baik dan subur, maka benih itu tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah.  Ini gambaran  seseorang yang mendengar firman kebenaran dan menyambutnya dengan sukacita, percaya dan mempraktekkannya, sekaligus menunjukkan pertumbuhan rohani yang baik sehingga ada buah-buah pertobatan yang dihasilkan.


Bagaimanakah respon kita terhadap firman TUHAN, benih yang seperti apakah kita sekarang? Jadi marilah kita mulai menjadi benih yang jatuh di tanah yang baik  agar kita bisa menjadi garam dan terang di sekeliling kita. AMEN!!!





Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika saudara merasa diberkati silahkan tinggalkan pesan.....
dan jangan lupa jempolnya ok ...... :)

 

KASIH YESUS Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template