BERSATU DALAMKASIH YESUS

Selasa, 06 November 2012

PERUMPAMAAN TENTANG DUA ORANG ANAK



AYAT BACAAN (Mat 21:28-32)

Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Anak itu menjawab: Baik, Bapa, tetapi ia tidak pergi. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang pertama.” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur percaya kepadanya. Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya” (Mat 21:28-32).


Yesus suka memberi pengajaran dengan merujuk kepada rupa-rupa karakter yang dimiliki manusia. Perumpamaan tentang dua orang anak ini menunjukkan bagaimana Yesus sungguh memahami manusia. Ada anak-anak yang mengatakan bahwa mereka taat serta patuh terhadap perintah-perintah orangtua mereka, namun mereka tetap saja melakukan apa saja yang mereka inginkan sendiri. Di lain pihak ada juga anak-anak yang menggerutu ketika diperintahkan sesuatu oleh orangtua mereka, namun mereka melakukan juga apa yang diinginkan orangtua mereka.

Yesus menceritakan perumpamaan ini untuk membenarkan orang-orang yang dipandang hina oleh para pemuka agama pada zaman-Nya. Orang-orang ini menolak kehendak Allah pada awalnya, namun kemudian bertobat dan hidup mereka benar di mata Allah. Di sisi lain, para pemuka agama itu berkhotbah serta mengajar orang-orang untuk mengikuti hukum Allah, namun pada kenyataannya membuat diri mereka sendiri HUKUM, yang harus diikuti oleh orang-orang. Yesus mengajarkan bahwa ketaatan serta kepatuhan kepada kehendak Allah bukanlah sekadar dalam ucapan kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam perbuatan.

Meski ada perbedaan antara Allah dengan manusia, Ia tetap mengasihi manusia seperti bapa mengasihi anak-anaknya. Bapa surgawi tidak membedakan antara anak yang baik dengan anak yang jahat, tetapi Ia menawarkan kepada semua kesempatan untuk masuk ke dalam Kerajaan kasih-Nya. Allah memanggil anda untuk berbalik kepada-Nya dan percaya kepada Anak-Nya yang menyelamatkan. Apa yang akan anda lakukan? Apakah anda mau menerima keselamatan di dalam Kristus hanya dalam kepura-puraan dan menjalani kehidupan di dalam dosa, seolah-olah tidak ada sesuatupun yang terjadi di Golgota? Apakah anda mau seperti anak yang kedua di dalam perumpamaan itu, yang mengatakan, “Ya!” tetapi tidak melakukannya?

Penekanan utama di dalam perumpamaan itu adalah untuk menunjukkan bagaimana orang-orang berdosa dan perempuan sundal, yang menanggapi panggilan dan tunduk menjadi murid, dari Yohanes Pembaptis, sang pendahulu Yesus. Para imam dan tua-tua yang menantikan Mesias dan nampaknya siap untuk menerima Dia, meremehkan pelayanan Yohanes Pembaptis, dan menolak missinya. Tetapi perumpamaan ini memiliki aplikasi yang lebih jauh lagi. Meskipun orang-orang bukan Yahudi sudah menjadi anak-anak yang tidak taat dalam waktu yang sangat lama, seperti anak pertama di dalam Titus 3:3-4, mereka kemudian menjadi taat kepada iman ketika Injil diberitakan kepada mereka. Di sisi lain, orang-orang Yahudi yang sudah mengatakan, “Baik, bapa,” dan banyak berjanji (Keluaran 24:7, Yosua 24:24), tetapi tidak mau pergi. Mereka hanya memuji Allah di bibir saja (Mazmur 78:36).

Apakah anda nampak seperti anak yang pertama yang menolak Allah karena ia seorang yang sembrono dan suka kemudahan dibandingkan dengan kerja keras dan perjuangan di dalam pelayanan kepada Allah? Mungkin ia menyesali sikap keras kepalanya yang melawan kasih Allah, lalu berbalik, bertobat, dan mulai pelayanan yang praktis dalam ucapan syukur kepada Allah sebagai Bapa. Yang mana yang lebih baik? Dia yang mengatakan “ya” tetapi tidak bertindak, atau yang mengatakan, “tidak” tetapi kemudian taat? Celakalah orang yang munafik yang nampaknya menerima Kristus tetapi tidak melaksanakan perintah-Nya yang penuh kasih. Mereka banyak berbicara mengenai tanggungjawab dan larangan tetapi tidak menghasilkan buah-buah kesalehan. Perempuan sundal dan pencuri yang bertobat adalah lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang berpura-pura saleh dan benar tetapi sebenarnya sombong dan merendahkan orang-orang berdosa; dosanya lebih besar daripada penjahat di dalam penjara yang membaca Alkitab dengan mata berair karena meratapi kehinaannya.

Kristus tidak menolak orang yang mengenal dia secara pribadi. Karena Ia mengasihi mereka, Ia memberikan kepada mereka kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Mereka belum menyalibkan Yesus sampai mati melalui Sanhedrin mereka, karena itu Ia mengundang mereka untuk mengubah pikiran, percaya, dan menerima keselamatan. KASIH YESUS tak pernah gagal. Kasih itu ditawarkan kepada mereka yang nampaknya baik dan juga yang jahat. Betapa luar biasa! Mereka yang nampaknya benar tidak bertobat, tetapi yang jahat justru kembali kepada Tuhan.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika saudara merasa diberkati silahkan tinggalkan pesan.....
dan jangan lupa jempolnya ok ...... :)

 

KASIH YESUS Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template